Daily Experiences, Resensi Film-film Inspiratif

​SINGLE by Raditya Dika.

Happiness has a lot of form, be smart & keep fun.

Liburan.. selain jalan², bermalas ria, beberes kamar atau rumah, olah raga, dan karaoke, maka menonton film sangat menyenangkan untuk dilakukan. Gak banyak film Indonesia yang ok menurut saya karena alur ceritanya sebagian besar mudah ditebak.

Film SINGLE oleh Raditya Dika menyelipkan beberapa insight. Apa arti seorang single dan bagaimana usahanya dalam menggapai cinta. Pentingnya kejujuran sebagai nilai hidup utama yang kadang terlupakan sangat kental tersirat sejak awal hingga akhir adegan.

Funny things teach us to smile


Sudah jamak bahwa cinta modern mengajarkan peran tebalnya kosmetik demi ‘kesan sempurna’ sebagai cara terbaik menggapai cinta. Film ini mengingatkan bahwa kebahagiaan langgeng penggiat cinta adalah saat ia jujur dengan hidupnya selama proses pencarian cinta.

Tetap dengan akal sehat, kebahagiaan adalah saat cinta tidak mengekangnya menjadi pribadi yg terbaik dalam kapasitas dan panggilan mereka masing².

Film ini berisi kelucuan aksi teman² Ebi yang coba membantunya meluluhkan hati Angel, seorang gadis mandiri dengan jiwa sosial yang tinggi. Film ini juga menentramkan dengan mengedepankan kebaikan dan ketulusan sebagai pesona terbaik dari Ebi. Tidak banyak rayuan dan adegan gombal, karena hidup ini memang sudah indah dari sananya.

Happy movietime guys!

Standard
Daily Experiences, Divine Toughts

​INTERUPSI ILLAHI

 Leading by the Spirit, new season – Next Level.
Berawal dari syukuran budaya jawa “selapan” di rumah sahabat dekat pada 14 Juni 2017, istrinya yang juga sahabat baik saya merekomendasikan 2 buku khusus pria untuk dibaca. Buku pertama, “Father’s School” yang ditulis oleh teman Yane membuka paradigma saya tentang proses kehidupan menjadi seorang ayah. Buku ini selesai dibaca hanya dalam waktu 3 jam malam itu. Buku yang kedua, “History Driver” berbicara lebih dalam tentang nilai luhur menjadi seorang ayah melalui pengalaman pribadi si penulis (Saminton Pangellah) yang dipulihkan hubungan pribadi dengan ayah jasmaninya agar ia mengalami terobosan rohani serta jasmani di dalam segala aspek. Siang tadi, 18 Juni 2017, saya melayani seorang teman yang baru datang untuk kedua kalinya ke gereja kami berdasarkan hikmat yang terdapat pada 2 buku di atas.
Sepanjang siang sampai sore tadi tak henti-hentinya nyanyian “Yesus yang Kuandalkan” oleh GMS bergema di hati. Kemudian terpampang flashback semua peristiwa dari akhir Mei – janji menduduki negri (Keluaran 23:29-30) lewat Reading Bible Movement (RBM) bersama grup Worshipper, lagu “Doa Yabes” di gereja saat awal Juni, beberapa pertemuan bisnis penting masih di awal Juni, ‘interupsi illahi’ melalui pembacaan 2 buku khusus pria, yang diakhiri dengan kotbah minggu di gereja hari ini tentang hati misi (Yesaya 49:6) telah membuat saya melambung dalam angan tentang apa yang DIA sedang sampaikan perihal visi ‘episentrum ekonomi’ di masa depan.

A time of reflection, is a time to exhale before running again.

 

Jika terbuka jalan untuk tinggal di jakarta barat pada kawasan kota mandiri terbaru, maka saya mengerti bahwa selama 6 bulan ini DIA sedang membawa saya melihat kota ini secara lengkap (Timur-Selatan-Utara-Barat). Hal tersebut sesuai dengan kisah 12 pengintai yang sedang dibaca pada RBM minggu ini.
Ini adalah kali kedua IA menginterupsi pembacaan Alkitab harian saya.
Sebelumnya itu pernah terjadi selama 1 bulan setelah saya terserang stroke pada 30 Desember 2014. Saya sempat dirawat 22 hari di RSCM karena lumpuh separuh badan sebelah kiri selama 20 hari akibat hipertensi, pecah pembuluh darah otak kanan. Sejak peristiwa itu perubahan karakter dan fisik terus dibentuk sampai sekarang.
Pada proses kali ini saya berharap dapat menjalaninya dengan lebih baik, menjadi seperti Kaleb yang bangkit menghadapi orang Enak demi mendapatkan Hebron ataupun maju seperti Daud yang datang dengan nama TUHAN untuk mengalahkan Goliat dan Filistin.
Tahun-tahun ke depan ada kota-kota, pulau-pulau, dan bangsa-bangsa sedang menunggu untuk dikunjungi. Jika saat ini saya mulai bermain basket kembali, mengendarai motor, mendapatkan pekerjaan baru, meletakkan dasar untuk beberapa bisnis, dan mengalami pemulihan paradigma tentang gambaran menjadi seorang Ayah, maka latihan badani nyata sekali ada gunanya (walau terbatas) dan latihan rohani (RBM) sangat besar dampaknya karena hikmat turun dan katakter dibentuk jadi samakin indah di sana.

Time to worship & reflection, not by might nor my skill
.. “Jesus It is You”

Standard
Daily Experiences, Divine Toughts

Before Soaring like Eagle!

​Build an Unshakeable Foundation.

This recent week, I’ve been questioning GOD about things I was going trough for the past 15-19 years. Starting with a deep connection with HIM in the first 5 years, then a flat relationship for another 5 years, an empty (even some minus score) for the next 5 years, & a come back journey with turbulance for this last 4 years, hehe..

It’s told that, “a true leader were made – not born.” All great warriors of faith in the Bible went trough wilderness & survive with GOD. Yeah, I’m reminding about Jacob at Pniel (Genesis 32), a moment of truth for Israel’s recognition. It’s a story of a man phisically  struggling with GOD, I read it one or two days before Dec. 30th, 2014 (stroke) where my daily reading got postpone. Like an eagle with it’s middle age stage, I had to choose: taking ‘a deep sleep’ or carry on with the next half page of my life as a second chance with hustle effort.

Isaiah 40:31 (KJV) But they that wait upon the LORD shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint.

An eagle is special because it lives with uncommon way of living. It has amazing potential to live 60-100 years with a process trough near death experience around age of 30-40 years (you could googling & read literatures about it).

*****

Back to all hardship that all people in this world going trough. Perhaps only less than 1% could see opportunity beyond hardship and turn it into something great, a new bright future for them & society (the world).

It’s a common things for a master builder to spend more than 70% of all resources to established strong foundation before a highsky building stand tall. I believe hardship in this life is a part of process to setup an unshakeable foundation whiches contain vision, character & attitude. Some hardship might happen cause by our own mistakes but when you understand the situation and start all over again then it’s okay. Thomas Alfa Edison noted his 9.999 fail experiments as a brigde to the way of success before finally found the source of light (electric). I don’t know if he ever knew how important his invention for humanity. I read that his remarkable background and character was a result of his parents’ faith that believe an autis boy like him deserve a chance of having good education.

When vision-characters-attitude need to be tested & sharpen in the life process, our right response will help us to go trough it faster than any other complainers or quitters.

HE always has good purpose in every step of this life (Romans 8:28).

Many people only having complain and less evaluate their path. So they’ll end up in routine activities that they don’t even like or passionate (die trying to do it).

Just make sure that you are really positive (believe) about the vision you are working on right now and figure out how bad do you want it to become a reality, like an eagle that choosing to passing trough near death experience for having another remarkable 30-50 years of living and lots of ‘soaring flight’ in the sky graciously (elegant).

Noted:

Everybody makes mistakes, sometime choosing the wrong directions and made wrong decissions. I won’t be ashame to makes some changing about my mistakes before it’s too late because some real event ahead won’t be able to ‘erase’.

I’m trying to hold with the vision as a clue for every stairs and crossroads that I’m going trough. Like someone ever said, It’s okay to be A both Masterpiece and A work in progress!

*****
Reminding 1 March 2015, a thanksgiving day with family & friends at home pasca my stroke incident i Dec. 30th, 2014!

Standard
Daily Experiences

Peneguhan di Awal Tahun 2017

​Iman yang Aktif masuk merebut Kanaan.

Pelayanan hari ini berkesan, minimal karena 2 hal di dalamnya.

Pertama, karena dalam segala keterbatasan (gerakan tubuh belum full dinamis, pendengaran recovery 95% dengan posisi berdiri di depan drum) serta kekurangan (telat naik panggung karena sempat kebelet) DIA sempurnakan (covered) hasil dari pelayanan pujian (sesuai konfirmasi/evaluasi beberapa teman).

Kedua, karena selesai ibadah minggu pagi saya sempat berbincang dengan seorang pemimpin yang saya hormati di gereja. Ia memberi teladan hidup yang konsisten/proven (Penatua GKKD Jakarta – Eduar J. Monijong). Di akhir pembicaraan saya minta abang kami untuk mendoakan karena impresi dan kerinduan untuk saling menopang dalam perjuangan iman yang aktif di tahun 2017 sesuai isi kotbah pagi itu.

kami bertiga mulai dari ujung kanan ke kiri, Donal-saya-bang Edu.

Yup, ada banyak ladang di Kanaan (pekerjaan, bisnis, & pelayanan) juga kehidupan berkeluarga sedang menanti dikerjakan sambil recovery ini digenapi 120%. Seperti rhema di ibadah minggu pertama/2017-01-01, kita bangsa rajawali terbang tinggi di atas badai dan kadang menari-nari di dalamnya (peneguhan minggu ke-2/Yesaya 40:31). Itulah kebiasaan mereka yang hidup berpegang pada 1.260 janji yg telah IA sediakan di sepanjang Buku CintaNya untuk manusia yang ditebus dengan darah/nyawaNya sendiri.

Yesaya 40:31 (TB)  tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Standard
Daily Experiences

River of Life

​Worship Beyond Reality.

Thursday night in 5 Jan. 2017, as rain pouring down to the earth with strong sound of thunders, I decided to start singing songs for Sunday service. I put earphone to focus on videos that already downloaded 1 day before.

While singing the first song “Bagi Nama TUHAN”, I recall a note from our Worship Leader in Whatsapp chat grup. She reminded us for seeking HIS heart on our personal preparation. The song was not my favorite one, but I’ve learn to set my heart agree (echoes) with every words in it (a reference worship teaching from Ps. Chris Manusamah/GBI Rock Ambon).

While entering overtune part, tears dropped in a sudden. It’s my conscience saying, “Am I doing (singing) this so serious because an obligation as a singer in preparation?” I got impression that Holy Spirit encourage me to dig deeper, evaluate my real motivation when singing a song for HIM.

It’s All about YOU, less of me – more of YOU.

I admit that playing song with guitar had been my favorit activity. But since 2013 sometimes I tried to sing without instruments (guitar,mp3,video) even with eyes open to develop ability of worship beyond circumstances.

This Friday morning, the scripture reading got into John chapter 4. Jesus explained that worship HIM in Spirit & in Truth will be a lifestyle for all HIS worshipper.

The reality is I need to be patience, waiting 1-2 months while focus in fingering excersice as a part of my full stroke recovery. Once again, worship beyond reality is a fact that HE deserves the best of my attitude while entering HIS presence without excuse. It’s a great joy to know that HE wants rivers of life flowing maximum from us into this world. It will happen when purity & joy are the based in every worship that we offer.

Standard
Daily Experiences, Divine Toughts

A Living Sacrifice

​Unlimited Training Day

Malam tanggal 28 Desember 2016 saya terbangun. Setelah menimbang apakah lanjut dengan sosmed, diputuskanlah untuk meneruskan pembacaan Alkitab sehari-hari yang memasuki bagian Lukas 18.

Lewat internet, saya temukan perspektif lain dari Matius 20 & Markus 10 (nats paralel). Bartimeus, seorang dari 2 orang buta yang meminta kesembuhan memiliki keinginan yang kuat untuk sembuh (extra mile). Ia berteriak semakin nyaring memanggil/memohon pada Sang Tabib Ajaib (Juru Selamat) sewaktu orang banyak di sekelilingnya menghardik (tidak mendukung, menghalangi niatnya).

Di malam sebelumnya saya menonton film yang menceritakan seorang yang sedang diuji imannya (God’s not Death 2). Dari seluruh adegan, ilustrasi Sang Guru yang seakan terdiam – menantikan muridNya yang sedang diuji untuk lulus telah meninggalkan kesan mendalam. Penantian kesembuhan total (120%) dari stroke 30 Desember 2014 sedang saya jalani. Dokter dan terapis menyatakan bahwa kondisi fisik 90an % normal. Saat ini yang tersisa adalah bekas stroke dan saya perlu tekun berlatih, unlimited training day 😀 untuk pemulihan total.

Di awal Desember 2016, flash back peristiwa stroke telah menjadi perenungan pribadi. Kesan di hati yang kemudian terangkum di wall FB perihal peristiwa tersebut adalah: “Ini bukanlah sebuah akhir, ini adalah suatu permulaan!” Ya, jawaban doa unik telah saya terima melalui stroke yang mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak kanan – kelumpuhan separuh tubuh bagian kiri selama 20 hari. Sejak peristiwa itu perspektif hidup, pola hidup, cara melihat orang lain, dan hal yang lainnya berubah. Api yang sebelumnya timbul tenggelam terus dikobarkan saat belajar lagi tentang arti “Paket Lengkap” Kasih Karunia selama 2 tahun belakangan (2 Korintus 12:9). Jawaban doa ternyata lebih dahulu merubah (membentuk) sikap hati yang meminta agar siap menerima jawaban yang DIA berikan.

Pada bacaan PB sebelumnya (Matius, Markus, sampai Lukas 17) seringkali TUHAN meminta mereka yang disembuhkan agar kembali pada lingkungannya, berbeda dengan Bartimeus yang langsung mengikut DIA menjadi murid. Ada resiko besar (taruhan nyawa) telah dilewati olehnya, ketika gelar anak Daud diserukan di depan umum sehingga orang banyak menegornya untuk diam (jika dianggap lancang atau menghujat Allah, seorang dibawa ke Majelis Agama agar disidang lalu dihukum atau dilempari batu). Note:  Israel sedang menantikan Mesias yang berasal dari keturunan Daud. Yesus sebagai anak sulung dari tukang kayu, secara kasat mata bukanlah kandidat ideal menurut pandangan umum untuk disebut Mesias (pembawa kejayaan Israel). Namun untuk Bartimeus, iman di dalam hatinya telah bulat sehingga akhirnya Tuhan tidak punya pilihan selain menyimpangkan rutenya, menanyakan dengan lembut apa kerinduan Bartimeus karena sejatinya IA digerakkan oleh belas kasihan dan iman.

Kisah Bartimeus menjadi pelajaran bahwa tanpa disadari tes di hadapan umum sedang berjalan (sang Guru berharap saya lulus – semua janji, hikmat, dan Penolong/Roh Kudus tersedia). Untuk seketika Ayub 42:2, 5 yang adalah rhema saat melewati pemulihan fisik di tahun pertama terngiang kembali. Biarlah segala pujian hanya bagi DIA, sebagai kesaksian yg hidup, korban yg berkenan dan harum di hadapanNya.. sekaligus memotivasi teman-teman lainnya sewaktu menjalani tes kehidupan dalam bentuk apapun saat membaca tulisan ini.

Lukas 18:43 (TB) Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Standard
Daily Experiences

Kepompong 2016

Brother’s Keeper.

Pertemanan kami dimulai sejak remaja, tergabung lewat bimbingan rohani (pemuridan) SMAN 81 Jakarta Timur di bilangan Kalimalang yg kini dikenal dgn statusnya sebagai sma unggulan se-Jakarta. Banyak tahun kami lewati. Berbagai kondisi senang dan sulit bersama-sama, melihat perkembangan jasmani dan rohani satu sama lain secara seksama – saling mengingatkan dan saling menjagai.

Sabtu lewat tengah malam (17-12-2016) kami habiskan waktu evaluasi kehidupan selama 2016. Tidak seperti biasanya, makan bersama bukan menjadi yg utama pada pertemuan kali ini.

Mendoakan satu sama lain itu menu spesial kami di akhir tahun.
Terima kasih untuk Persahabatan bagai kepompong sampai tahun 2016 ini. Saya sebagai yg termuda dalam grup si Berats sangat terkesan.

kiri ke kanan: Mario, Roberto, Unggul, saya/Pman

Standard