Daily Experiences, Sehat Itu Menyenangkan, Tahukah Anda?

Special Needs Kid

A Strange Physical Phenomena Nowadays.

Meet Jack, a 2nd grade student. He often bite his fingers nail. When getting stressed (mad), he’ll pluck his hair (a certain wound spot could see on his head). He’s a special needs kid that strugling with his eye sight (minus) & autism.

Kids are treasures in the future.

I’m living in a boarding house with other teachers and we had a discussion about kids nowadays that wearing minus glassess in a very young age. Few of them also having down syndrom or other special needs cases. Some parents that having special needs kid sending them to school and have big expectation it will solved by teachers. Others even don’t really care to involve by giving them to their nanny (kids assistant).

In some articles (analysis), this sad phenomena happening caused by a genetic factor. Parents that having minus sight more than 5 usually having kids wearing glasses from the age of 3. Autism possibly an impact of chemical or hormonal process. Fastfood industry had bring a huge effect for obesity in developing & modern country.

My crucial point is, a kid like Jack deserve a chance to experience the bright side of this world. But for gain that goal he will going to experience an extra effort, since he is including to the special need group. While people need to evaluate about the way they live, for support a better generation there’s a breaktrough need to be done in our perspective. With parents, physoclogist, mentor/tutor hand in hand supporting kids like Jack since early age, we could see a bright side in the future made by them.

In our first Elementary Chapel, in front those kids Pastor Sammy explained about how we were created in GOD’s image. It’s mean HIS character well established in us. We only need to express them in our daily life. Be kind, obey, & diligent are 3 main examples that relevant for teachers & students. At first I wondered if a kid like Jack could ecperience it.

Eating together at canteen, a lovely view by their sincere.

Infact, Jack is a good student. As long he’s in the good mood, he’ll follow my teaching and doing those task that I’ve given. Luckyly Jack is studying with other kind kids in the class. I told them to share each other and helping Jack in daily activity. Jack also need to learn how to trust his friend when they are coming to help with sincere.

Human were created with heart. As long we gain their trust then everything’s gonna be ok. We were created to be social beside our individualism (uniq). Let us heal each other by get to know better on each other.

Standard
Daily Experiences, Uncategorized

​Panggilan Misi (A Heart of Mission)

A reminder, an alert for those lost (crying) souls.
Minggu pagi yang tidak menyenangkan. Terlambat ibadah gereja karena salah turun di stasiun kereta, bayar ojek online double (deposit dan tunai, error system), dan beberapa pengalaman lainnya. Padahal semuanya hampir sempurna karena berangkat lebih awal dan di awal perjalanan kereta saya sempat lanjutkan Reading Bible Movement (RBM) dari Yosua 2.

Sepanjang sisa perjalanan ke gereja saya mencoba untuk tetap tenang dan memasang muka tebal di saat turun dari ojek G*ab. Khususnya setelah mengetahui bahwa saya telat 1 jam ke gereja dan membayar double untuk tarif ojek.

Anehnya ada anak youth yang datang terlambat juga sebagai teman masuk (bukan pembenaran). Saya sedikit terhibur karena di lift ia bercerita perihal bisnisnya yang sudah berjalan 3 bulan dan menghasilkan omzet stabil 3x lipat dari modal awal.

Selesai percakapan di lift, kami berdua masuk dan berpisah bangku duduk. Saya duduk di baris belakang bersama Frendy, seorang dengan kepribadian baik-lugu-sederhana. Di akhir kotbah, sang pendeta menyinggung Pak BTP yang sedang mengalami ujian hidup. Sempat tertawa kecil dalam hati, karena entah kenapa saya nekat pagi tadi, kangen untuk mengenakan kemeja kotak-kotak ‘ala Basuki-Djarot’. 

Momentum penting pertama datang saat si pengkotbah meminta jemaat saling mendoakan. Frendy membagikan beban doa perihal orangtuanya yang sakit. Jadilah Roh Kudus gerakkan saya membagikan kesaksian pribadi tentang perjuangan pemulihan dari kelumpuhan stroke dan mengingatkan dia cerita di Alkitab tentang iman 4 pengusung (pendamping) orang lumpuh yang membawa si sakit dari atap rumah untuk menerobos masuk agar teman mereka dijamah TUHAN.

Selesai ibadah saya ingin rileks sejenak karena lapar juga (sudah jam maksi). Namun akhirnya waktu langsung bergulir pada momen penting kedua. Saya terlibat perbincangan dengan tamu-tamu dari ujung Timur Indonesia. Mereka bertanya tentang kerinduan saya untuk ‘melayani’ di ladang misi. Singkat cerita perbincangan serius sembari makan siang akan jadi ingat-ingatan penting. Akhirnya kami makan bertiga dan saya menyimak dengan serius kesaksian mereka saat dulu pergi ke ladang misi dalam kondisi yang tidak ideal. Saat ini mereka telah mengalami terobosan dalam iman dan kehidupan jasmani (ekonomi). Mereka menggarisbawahi pentingnya agar orang misi tinggal minimal 1 tahun untuk menghasilkan buah yang tetap karena lebih efektif daripada trip-mission (berkunjung misi sesekali tanpa tinggal dalam kurun waktu tertentu.

Seandainya semua bisa berjalan sederhana, pikir saya. KehendakNya diketahui dengan mendapat ‘tanda/konfirmasi’ seperti kisah abang Tampubolon. Lain halnya dengan kisah bang Sitorus yang diangkat lebih tinggi, kepergiannya tidak diawali dengan tanda/penyataan ilahi, ia pergi berdasarkan panggilan hati. Memang karunia iman menyertai mereka yang mau mengabdi 100% di ladang misi. Tidak adil jika keberhasilan pelayanan hanya diukur dari tingkat kesejahteraan hamba-hambaNya saja. Semua tetap melihat hasil nyata dari banyaknya hidup yang terdampak, diubahkan (breaktrough). Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak sedikit kisah hidup hamba Tuhan yang menggemukkan dirinya sendiri tanpa benar-benar peduli (berbelas kasihan) pada jemaat yang dilayani (Yehezkiel 34).

Kondisi adik-adik di ujung timur sangat memprihatinkan secara edukasi, mental, dan rohani. Saya hanya menjawab kedua abang tadi bahwa selepas pulih 120% niat hati sangat ingin melayani di sana. Saya sampaikan bahwa minggu ini sedang mempersiapkan diri untuk memulai pekerjaan yang baru di sekolah internasional di Jakarta.

Sepanjang sabtu kemarin saya mendapatkan refresh tak terduga oleh sepupu di BSD perihal ilmu mengajar anak SD internasional dan melihat beberapa materi pendukung yang diperlukan. Keluarga kami sedang dibawa perlahan beradaptasi dengan pola pergaulan ‘global citizen’ lewat mereka. Dari paparan sepupu kami itu, saya mengerti betapa banyak warga Indonesia yang tidak siap untuk menghadapi persaingan global bahkan untuk mereka yang bertitel S2 atau S3 sekalipun. Miris sekali, selain lapangan pekerjaan yang semakin tergerus bayangkan juga nasib mereka yang tanahnya telah terjual di sepanjang nusantara. Mereka dijajah secara ekonomi baik oleh bangsanya sendiri ataupun pihak luar.

Momen penting ketiga. Di perjalanan pulang dari gereja, terbaca tulisan (update status FB) pembimbing saya di Australia yang mengutip Roma 15:1-2.

“Strength is to service not for status”

Saya meyakini kepemimpinan sejati itu berbicara tentang fungsi lebih daripada jabatan. Oleh karena itu dari dulu di gereja saya biasanya memilih pelayanan yang kurang personil dan kurang diperhatikan, termasuk untuk pilihan anak PA ataupun rekan berbincang di gereja (kumpulan teman yang kurang potensi jadi fokus perhatian).

Ah, andaikan Engkau berbicara langsung untuk gundah hati membayangkan adik-adik remaja dan pemuda di ujung imur sana BAPA. Terlalu banyak ‘puzzle peristiwa’ yang harus dirangkai untuk ditelaah. I really need Your wisdom DAD.

Semester ke-2 tahun 2017 ini harus ada terobosan besar selama tinggal di Jakarta Barat kalau memang diperlukan tambahan waktu sebelum menjejakkan kaki nun jauh di sana, itu saja yang terbersit untuk saat ini!

Possesing the Land (Exodus 23:29-30), to be continue..

Standard
Divine Toughts, Uncategorized

Visi Hidup

Now or never, no guts no glory.

Seorang teman wanita pernah bertanya pada saya di awal tahun 2016: “Bang, apa visi hidupmu bang?” Saat itu saya tidak siap menjawabnya karena memang tidak memiliki jawaban yang pasti.

Berjalan dengan waktu saya bergaul dengan dia karena tergugah dengan gayanya yang ceplas-ceplos dan sederhana. Namun hal paling penting yang saya alami adalah, lewat dia saya seperti diajak merenung agar kembali berjalan ‘on the track’.

Leading with Example

Tahun 2016 bukanlah masa yang indah, setidaknya bagi orang luar yang melihat perjalanan hidup saya. Di tahun itu saya putuskan berhenti dari pekerjaan kantor dan hobi olah raga basket demi fokus pada latihan rutin rohani dan jasmani demi mempercepat program pemulihan pasca stroke (lumpuh separuh badan bagian kiri). Di pertengahan tahun 2016 saya mulai menjual kue bersama keluarga di depan sekolah SD swasta di dekat rumah. Sepanjang tahun 2016 sayapun belajar menghargai setiap waktu yang berjalan dan apa arti kesabaran. Ada kegagalan lain yang sempat menyesakkan tapi pada akhirnya saya belajar apa arti sukses yang sejati dalam makna yang lebih luas.
Kembali pada pertanyaan visi hidup, saya teringat di suatu malam pada akhir 2016 atau awal 2017. Malam itu saya berkhayal tentang bagaimana rasanya jadi seorang guru SD dan terlihat awet muda di antara mimik murid-murid yang unyu dan lucu itu. Selama 1 semester berjualan dan berteman dengan anak-anak SD pelanggan kuliner kami, saya mendapati ada beberapa anak yang cerdas dibalik tingkah polah konyol dan banyolan mereka. Namun sebagian besar dari mereka tidak menyadari potensi tersebut. Arti sebuah cita-cita tidak mereka miliki, menyedihkan.

Beberapa siswa-siswi SD tiranus yang pelanggan setia, teman bernyanyi, bercanda, dan selfie.


Roda hidup berputar cepat dan visi hidup menjadi pengusaha menelusup perlahan tapi pasti. Saya termotivasi untuk memiliki tingkat kehidupan ekonomi yang lebih baik sambil menyumbang pada sesama dan sekitar. Tujuan yang mulia, mencapaiya juga tidak mudah dengan kondisi fisik yang belum ideal 120%.

Tahun 2017 dimulai dengan sangat lambat sampai akhirnya awal Maret (1 tahun setelah resign dari kantor) saya mendapatkan pekerjaan. Dibarengi dengan merintis bisnis sendiri, perlahan tapi pasti fisikpun semakin kuat karena latihan rutin di pagi hari. Sempat tercetus 1 kali untuk meminta pekerjaan yang baru di dalam Mezbah Keluarga kami, tapi hal itupun terlupa seiring berjalannya waktu.

Pembacaan Alkitab rutin harianlah yang membuat saya tetap waras. Hal itu dilakukan sejak tahun 2013 ketika ‘anak yang hilang’ sedang mencari jalan untuk pulang. Tibalah Juni 2017 yang merupakan titik naik dalam kehidupan saya. Jawaban dari doa yang terlupakan dan produk bisnis yang lebih visible akhirnya muncul. Juni akhir 2017 saya diterima sebagai guru SD melalui proses yang awalnya kurang antusias untuk diikuti. Bahkan saat ditawari untuk tinggal di mess (wisma) sekolah dan mereka tidak menawar turun gaji yang diminta sempat membuat saya tercengang.

Entahlah, begitu banyak rencana disiapkan saat pintu-pintu ini sedang dibuka. Namun satu hal yang saya percaya, DIA peduli untuk siapapun orang yang mau belajar menghidupi sebuah visi. Seperti anak panah yang harus ditarik ke belakang sebelum ia melesat, harapan saya sampai tahun 2017 berakhir adalah dapat memberikan dasar pengajaran yang kuat di sekolah serta melaksanakan tata kelola usaha yang lebih rapih. Sambil berjalan semakin kuat, saya yakin IA akan menunjukkan parter yang tepat dalam menghidupi visi hidup bersama.

Adalah dilema memang saat kita berusaha mencapai visi, waktu terasa berlalu cepat apalagi di saat yang sama sumber daya yang tersedia hampir habis. Yang saya tahu, secara pribadi bidang pendidikan dan misi begitu kuat memanggil saya.

Standard
Komputer

Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris

Translating PDF for Dummies.

 

Untuk anda yang kesulitan cara mentranslate PDF bahasa inggris, saya akan berbagi bagaimana cara mudah untuk mentranslate file PDF. cara ini bisa digunakan dan bermanfaat bagi anda pejuang skripsi S1 yang kesulitan mentranslate jurnal berbahasa asing terutama bahasa inggris. Beberapa hal yang harus dimiliki sebelum melakukan translate adalah anda harus memiliki akunGmail, hanya dengan Gmail kita dapat menggunakan produk-produk yang tersedia oleh Google seperti Google Calendar, Google Drive, dll.


Setelah anda melakukan registrasi di Gmail 

1. selanjutnya buka Google Drive maka akan muncul tampilan seperti ini



gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 1

2. Langkah selanjutnya anda upload file PDF yang akan ditranslate. pilih tombol upload yang berada di pojok kiri atas.


                                      gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 2


3. Lalu pilih file PDF yang akan ditranslate.

gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 3

4. Pastikan file PDF berhasil terupload ke Google Drive


gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 4

5. Kemudian pilih/centang file PDF yang akan anda translate, pilih tombol ‘More’, kemudian pilih ‘Open With’, klik ‘Google Docs’.


gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 5

6. File PDF tersebut akan terbuka pada Google Docs pada tab baru. Pastikan lagi dokumen yang anda buka benar.


gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 6

7. Selanjutnya pada Google Docs pilih ‘tools’, lalu klik ‘translate document’


gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 7

8. Akan muncul pop up translate document, kemudian pada menu translate pilih bahasa yang anda inginkan, disini saya memilih bahasa indonesia, setelah itu klik translate.


gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 8

9. Lalu dokumen hasil translate akan muncul pada tab baru pada browser. Pastikan lagi dokumen telah tertranslate dengan bahasa yang Anda inginkan.


gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 9

Jadi Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris memerlukan akun Gmail dan juga PDF yang hendak di translate. Demikian tutorial singkat dari saya, jika bermanfaat silahkan di share ke teman-teman anda.

Terima Kasih

UPDATE!!! 2016

Terjemahan ini hanya bisa menghasilkan 10 halaman. Berikut tutorial translate PDF lebih dari 10 halaman

Cara Translate PDF Bahasa Inggris – Menggunakan Microsoft Word

Namun cara ini juga memiliki banyak kelebihan salah satunya lebih aman, karena hasil translate bisa disimpan kedalam file google drive . tidak akan mudah hilang daripada disimpan di flashdisk, harddisk eksternal, atau tempat penyimpanan lain. Jadi teman-teman gak perlu khawatir kalau tiba2 laptop rusak atau tempat penyimpanan lain rusak 🙂

UPDATE!!! 2017
Sekarang sudah bisa mentranslate PDF Bahasa Inggris lebih dari 10 halaman bahkan lebih dari 50 halaman dengan cara yang sama. Saya sudah mencoba dan bisa!


Sumber:

http://gallazulhy.blogspot.co.id/2014/09/cara-mentranslate-pdf-bahasa-inggris.html?m=1

 

Untuk anda yang kesulitan cara mentranslate PDF bahasa inggris, saya akan berbagi bagaimana cara mudah untuk mentranslate file PDF. cara ini bisa digunakan dan bermanfaat bagi anda pejuang skripsi S1 yang kesulitan mentranslate jurnal berbahasa asing terutama bahasa inggris. Beberapa hal yang harus dimiliki sebelum melakukan translate adalah anda harus memiliki akunGmail, hanya dengan Gmail kita dapat menggunakan produk-produk yang tersedia oleh Google seperti Google Calendar, Google Drive, dll.


Setelah anda melakukan registrasi di Gmail 

1. selanjutnya buka Google Drive maka akan muncul tampilan seperti ini




gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 1



2. Langkah selanjutnya anda upload file PDF yang akan ditranslate. pilih tombol upload yang berada di pojok kiri atas.



                                      gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 2


3. Lalu pilih file PDF yang akan ditranslate.



gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 3


4. Pastikan file PDF berhasil terupload ke Google Drive



gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 4


5. Kemudian pilih/centang file PDF yang akan anda translate, pilih tombol ‘More’, kemudian pilih ‘Open With’, klik ‘Google Docs’



gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 5


6. File PDF tersebut akan terbuka pada Google Docs pada tab baru. Pastikan lagi dokumen yang anda buka benar



gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 6


7. Selanjutnya pada Google Docs pilih ‘tools’, lalu klik ‘translate document’



gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 7


8. Akan muncul pop up translate document, kemudian pada menu translate pilih bahasa yang anda inginkan, disini saya memilih bahasa indonesia, setelah itu klik translate



gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 8


9. Lalu dokumen hasil translate akan muncul pada tab baru pada browser. Pastikan lagi dokumen telah tertranslate dengan bahasa yang anda inginkan



gambar Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris 9


Jadi Cara Mentranslate PDF Bahasa Inggris memerlukan akun Gmail dan juga PDF yang hendak di translate. Demikian tutorial singkat dari saya, jika bermanfaat silahkan di share ke teman-teman anda.

Terima Kasih



UPDATE!!! 2016

Terjemahan ini hanya bisa menghasilkan 10 halaman. Berikut tutorial translate PDF lebih dari 10 halaman

Cara Translate PDF Bahasa Inggris – Menggunakan Microsoft Word

Namun cara ini juga memiliki banyak kelebihan salah satunya lebih aman, karena hasil translate bisa disimpan kedalam file google drive . tidak akan mudah hilang daripada disimpan di flashdisk, harddisk eksternal, atau tempat penyimpanan lain. Jadi teman-teman gak perlu khawatir kalau tiba2 laptop rusak atau tempat penyimpanan lain rusak 🙂

UPDATE!!! 2017
Sekarang sudah bisa mentranslate PDF Bahasa Inggris lebih dari 10 halaman bahkan lebih dari 50 halaman dengan cara yang sama. Saya sudah mencoba dan bisa!


Sumber (dikutip dari):

http://gallazulhy.blogspot.co.id/2014/09/cara-mentranslate-pdf-bahasa-inggris.html?m=1

Standard
Daily Experiences, Uncategorized

TEACHER’S DAY 2016

A Short Life Memory that sometime bring smile on me..

Banyak guru di negri ini tidak terdokumentasi pengabdiannya, karena mereka sejatinya jauh dari mencari publisitas. Kebahagiaan utama mereka adalah menjejakkan kaki berangkat dari rumah, seraya terbayang deretan lukisan wajah sumringah peserta didik yg haus ilmu dan penuh rasa penasaran sedang menanti di ruang kelas.

Entah bagaimana caranya, seorang guru menjadi aktor/aktris yg lihai dalam membagikan materi pelajaran. Ia kesampingkan beban urusan rumah tangga, kadang rasa jengkel krn tingkah-laku murid, serta kendala hidup lainnya demi memuaskan hasrat menimba ilmu calon generasi pemimpin bangsa.

Kebahagian yg tak kalah serunya adalah ketika mendapati siswa/i-nya menemukan panggilan hidup mereka & menapaki jalan untuk meraih mimpi dan cita yg sempat terkubur.

Mata terbelalak dan senyum yg menyeringai nampak dari wajah-wajah polos di saat mereka seakan mengerti dan menangkap satu atau dua kalimat bermakna luhur setelah 30-45 menit mulut sang guru berbusa mengoceh stand up teaching yg kadang dibumbui komedi garing dan dipaksakan untuk sekedar mengantisipasi jatah mengajar jam kritis (biasanya setelah maksi atau jam pelajaran terakhir, khususnya 10 menit sblum bel pulang sekolah), hahaha..

Kapur dan Papan Hitam, duet pamungkas pejuang pencerah di pelosok nusantara

Saya selalu ingat ucapan mantan bos sebuah institusi pendidikan di kota Bekasi. Guru itu punya kemampuan untuk menutup pintu penjara dibelakang murid-muridnya atau sebaliknya, membuka pintu penjara di depan gerbang kehidupan mereka. Sejak saat itu ada niatan serius yg muncul untuk coba memberikan yg terbaik, lebih dari sekedar materi ajar (textbook).

Bukan sebuah kebetulan, sekolah menengah yg sempat saya singgahi selama 4 tahun menerima lebih dari 50% murid dari kalangan ekonomi miskin. Sehingga saya tahu persis tentang pintu penjara yang dimaksudkan oleh ibu bos kami itu, kebodohan dan kemiskinan.

Secara input siswa .. tingkat intelegensia, kerajinan, dan karakter peserta didik kami sangatlah jauh dari ideal. Demi idealisme yayasan, 2 anak autis sempat ikut belajar reguler walau diatur posisi mereka agar masing-masing berada di kelas yg berbeda. Hal itu benar-benar menjadi tantangan tersendiri untuk pengqjar dengan paradigma konvensional seperti saya juga.

Di masa awal heboh siswa yg harus mengulang krn tidak lulus UN, saya sebagai walas (wali kelas) mengalami menghadap ke orangtua murid utk menjelaskan juga pada si anak bahwa hal menyedihkan yg menimpanya itu bukanlah kiamat kecil dunia.

Belakangan saya mengerti mengapa banyak murid yang sulit fokus dan mengantuk di kelas, itu terjadi bukan karena mereka begadang bermain game atau medsos semata.. tapi khususnya di sekolah kami, untuk sarapan saja kadang mereka harus melewatkannya. Ada juga siswa yg ditemukan tidak baik penglihatannya krn kurang vitamin A, lengkaplah sudah kemalangan anak ini pikir kami.

Membangkitkan minat belajar adalah tantangan tersendiri, mengingat segala kekurangan yg membuat effort/usaha merekapun sering tidak mencapai standar minimal yg diminta/KKM. Krn saya bukan tipe pendidik dongkrak nilai otomatis, maka habislah waktu dipakai utk mendampingi mereka mengejar ketertinggalan di luar jam pelajaran sebagai konsekuensinya.

Sampai akhirnya, saya putuskan untuk cari cara agar mereka mau terbuka dan mengakrabkan diri, karena minat belajar yg tidak ditunjang fasilitas belajar oleh yayasan membuat KBM (KegiatanBelajarMengajar) mati kutu.

Ekstasi yang membangunkan kebanyakan siswa adalah bel istirahat. Ya, sederhananya.. untuk sebagian siswa/i kami, sekolah adalah tempat pelarian dari kehidupan keras di jalanan. Murid lelaki khususnya, akan berlarian sampai bermandi keringat untuk kembali ‘pingsan’ sambil menyebarkan aroma semerbak saat masuk kelas setelah bel selesai istirahat berbunyi.

Apa yang saya punya sangat sedikit untuk menarik minat mereka pada bidang studi Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) ditambah pengalaman psikologi pendidikan yang nihil sempat membuat saya stess selama 2 tahun awal pengabdian. Sisa 2 tahun berikutnya saya coba temani mereka di lapangan sambil bermain basket dengan biasa memilih anak-anak yg tidak akan dilirik  di dalam grup yang lain. Pemikiran sederhana bahwa seorang murid dapat menyukai suatu pelajaran dimulai dengan menyukai sang pengajar.

Ya, awalnya hanya untuk mengakrabkan diri lewat hobi yg saya gemari sejak smp dulu. Namun karena tim dengan anggota terlemah seringkali menang, lambat laun itu menumbuhkan percaya diri anak-anak yg terpinggirkan, kok ada rasa haru-senang-bercampur aduk karena mereka tampak menikmati setiap momentum berhasil/menang ataupun gagal/kalah untuk tetap tersenyum.

Selain bermain jujur/ikut aturan, mereka belajar menerima hasil permainan yg tidak harus menang walau biasanya guru selalu benar/menang di kelas, nilai-nilai hidup universal yg membangun mulai tumbuh dan menular dari lapangan ke dalam ruang kelas.

Ya, di ruang kotak berisi 25-27 siswa itu, ada tantangan untuk membuka mata mereka melihat ke luar dan ke masa depan melampaui materi ajar yang kadang menjemukan krn terbatas fasilitas oleh yayasan. Namun saat jam istirahat atau pulang sekolah, inilah saat pendidikan hidup tentang kerjasama tim/strategi, menolong/menghargai/memotivasi anggota yang lemah, menikmati permainan, serta berjuang sampai saatnya pertandingan berakhir saya bisa bagikan tanpa mereka sadari.

Beberapa dari mereka masih menyapa lewat media sosial, kebanyakan sibuk dengan pergaulannya sendiri. Seperti kalimat pembukaan pada paragraf awal, tulisan ini bukan tentang publisitas.. hanya sebuah asa selepas tengah malam mengenang masa indah 4 tahun dengan para remaja belia di persimpangan hidupnya yg kala itu sedang berjuang meraba arah masa depan.

Sejujurnya, di sisi yg lain sy belajar sangat banyak dari mereka yg disebut murid. Beberapa di antara mereka mempunyai ide pemikiran dan potensi dahsyat utk anak remaja seusia mereka. Ya, ada banyak intan dan emas yg masih perlu dipoles sedang menanti proses hidup agar disemangati sang mentor.

Hooam, hari sudah berganti.. dan saatnya melanjutkan mimpi untuk esok yang pasti lebih baik 😀

Reminder for me as an ex.teacher.

Standard