Divine Toughts

Tetap Fokus pada Panggilan Tertinggi

Mengejar Kesuksesan dalam Kekayaan.

1 Tim 6: 6-21
Dengan membaca Firman TUHAN di atas, fokus saya kembali pada tujuan (esensi) awal.. yaitu Blessed to bless!

image

Beban yang berat itu malam ini terangkat karena akhirnya tersadar kalau semuanya ini bukanlah tentang saya semata (seperti kisah Yusuf yg mendahului Yakub ke Mesir). Jadi biarlah DIA yg menuntun dan menopang di setiap langkah, sambil saya terus melakukan semua yg terbaik dengan giat diiringi mazmur (nyanyian) bagi DIA!

Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya atau berpengetahuan. Tetapi fokus hidup yang salah akibatnya akan membuat kita menangis di akhir cerita. Dan ini adalah sebagai pengingat bahwa saat berjalan dengan DIA setiap hari kita dapat beristirahat dengan tenang dan rileks utk esok hari (masa depan) yang cerah (Yeremia 29:11; Yoh 16:24).

All is well (3 idiots, the movie ;D)

Good night mates!
2016-04-28 (edited 2016-04-29)

Advertisements
Standard
Divine Toughts

Ketika IA bernyanyi dengan (lewat) CiptaanNYA

Nyayian Baru/Psalms sebuah Senjata Perang.

Mazmur 40:3, 10 (TB)
(40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
(40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

Banyak yang belum menyadari bagaimana proses sebuah lagu memberikan dampak yang besar bagi kehidupan manusia secara individu dan kolektif. Kenyataan ini berlaku dlm segala aspek rohani & sekuler. Karena dalam kehidupan manusia musik adalah bahasa universal.

Raja Daud dengan kemampuan perangnya telah membiasakan diri menaikkan mazmur kemungkinan sejak usia remaja. Itulah salah satu penyaluran emosinya, langsung pada TUHAN mengingat di padang gembalaan hanya ada hewan ternak, binatang liar, dan alam sekitar yg menjadi teman ‘curhat’ sehari-harinya.Ayah dan saudara-saudaranya sibuk dan tidak terlalu dekat dengan si bungsu ini.

Bandingkan dengan kehidupan sekarang ini yang aktifitas hariannya sering terbagi oleh berbagai media dan internet (pengalihan fokus) bahkan di tengah malam dan pagi yang buta sekalipun.

Secuplik pengalaman Daud remaja yang memilih untuk menggubah Taurat dalam noktah aksara yang dikombinasi dengan noktah harmoni telah memunculkan seorang pribadi yang tangguh, penuh hadirat/pengurapan, sekaligus intim dengan DIA.

Di dalam sejarah zaman raja Daud, ia menyalurkan (sharing karunia) itu kepada mereka yang bertugas melayani di dalam shift untuk 24 jam x 7 hari menaikkan pujian dalam formasi keliling 4 penjuru mata angin di sekitar Tabernakel/tenda Daud yang sederhana dimana di dalamnya berisi Tabut (lambang kehadiran Allah).

Ya, berawal dari sebuah kesederhanaan dari pribadi yang senang memuji akhirnya generasi emas Israel tercapai saat itu. Masa Salomo praktis lebih banyak masa tenang, mengelola dengan hikmat hasil perang yang telah dikerjakan oleh bapanya, raja Daud.

Sebuah lagu kebangsaan akan menggugah dan menggerakkan nasionalisme suatu bangsa. Jika ditelisik dan mengenal lebih dalam sejarah lagu itu terbentuk maka kita akan melihatnya sebagai kristalisasi dari kerinduan (cita-cita) dan citra sebuah bangsa. Itulah yang menyebabkan sebuah lagu nasional dampaknya akan mampu menjadi magnet bagi komunitas sebesar itu.

Demikian halnya dengan nyanyian yang diinspirasi oleh Roh Kudus.

Anda pasti familiar dgn lagu-lagu seperti Amazing Grace dan Shout to the Lord. Saya pernah menonton film berjudul Amazing Grace dan di sana mengisahkan tentang masa perdagangan budak yang tidak manusiawi. Lalu-lintas pengiriman budak dilakukan dengan menggunakan kapal laut. Perjalanan yang ditempuh jauh dan memakan waktu lama. Para budak yang disusun, diikat rantai bak binatang mengalami penderitaan yang di luar perikemanusiaan. Derajat mereka turun jadi sama dengan komoditas/barang, sehingga kalau sakit ataupun mati tinggal dilemparkan saja ke laut.

Sang kapten kapal akhirnya menyadari betapa betapa besar dosanya secara pribadi serta jahat (brengsek) tindakan yang telah ia lakukan pada manusia/ciptaan lainnya. Jd pesan kesadaran manusia yg menyadari kejatuhan dalam dosa dan kejahatan tertuang dlm lagu Amazing Grace. Dan itu dipakaiNya untuk menghantar jutaan petobat masuk dalam kerajaan TUHAN.

Sedangkan lagu Shout to the Lord tersebut lahir lewat seorang pemimpin pujian wanita yang sedang merintis Hillsong Ministry. Kerinduannya adalah agar nama TUHAN ditinggikan atas bangsa-bangsa. Agak ‘lebay’ mungkin tapi saya melihat bahwa lagu ini punya efek yang melintasi bangsa-bangsa (banyak versi terjemahan) dan begitu dasyat serta menggetarkan saat dinyanyikan secara pribadi ataupun dalam jemaah TUHAN.

Memang tidak semua individu mempunyai karunia yang tajam dalam pujian dan penyembahan. Namun bersenandung lagu bebas yang dilakukan sebagai ekspresi lepas entah lewat siulan, gumam nada dengan lirik ataupun tanpa lirik dapat menjadi kebiasaan yang membangkitkan roh. Lagipula apa yang tidak akan berubah untuk dilakukan manusia di bumi dan di surga adalah menaikkan pujian dan penyembahan. Jadi latihlah diri kita selama ada di bumi agar nantinya kita tidak menjadi ‘asing’ ataupun kaget dengan suasana surga di kemudian hari.

Lift HIM up your songs with full heart (enthusias) from now on!

Pman, 2016-04-28

Standard
Sehat Itu Menyenangkan

Sprint vs Marathon

Hidup Sehat 30%

*** dari grup sebelah ***

Riset Ilmiah membuktikan:

1. Smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai.
2. Mobil mewah, 70% speednya mubazir.
3. Villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
4. Universitas, 70% materi kuliahnya tak dapat diterapkan.
5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70%-nya iseng² tak bermakna.
6. Pakaian & peralatan dalam suatu rumah, 70%-nya nganggur tak terpakai.
7. Seumur hidup cari uang/harta, 70%-nya dinikmati ahli waris.

“Hidup seperti pertandingan bola”

Di babak Pertama (masa muda) menanjak karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, Penghasilan, dsb.

Namun di babak Kedua (masa tua) menurun karena Darah Tinggi, Trigliserida, Gula Darah, Asam Urat, Kolestrol dlsb.

Waspadalah dari Awal hingga Akhir, kita harus menang 2 babak !!!

– Tidak sakit, juga harus Medical Check Up.
– Tidak haus, tetap harus minum.
– Meski benar, juga harus mengalah
– Meski Powerfull, juga perlu Merendah
– Tidak Lelah pun, perlu Istirahat
– Tidak Kaya pun, wajib Bersyukur
– Sesibuk apapun, tetap perlu olahraga

Hidup itu pendek, pasti ada saatnya Finish!

Jangan tertipu dgn usia MUDA
Karena syarat mati tak harus TUA

Jangan terpedaya dgn badan SEHAT
Karena syarat mati tak harus SAKIT

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yg baik

Walaupun tak banyak orang yg memahamimu,
Jadilah seperti JANTUNG, yg tak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat.

Jadi teruslah berbuat baik, mengucap syukur atas apa yg sudah ada &
menyampaikan kebenaran terhadap sesama.

image

with respect, PmanPo

Standard
Pojok Canda

Marketing for Dummies

Salesman Sejati
# balada after training by brandmaker (March 2016)

Di suatu sore yg teduh, saat warga komplek mulai ramai ke luar dari rumahnya masing-masing untuk bercengkrama dengan alam sekitar.

Tukang Roti (tr): “roti keju, roti coklat, roti strawbery, roti mocca.. rotinya rotiii!”
Orang Komplek (ok): “bang beli rotinya..!” (setengah berteriak).

Setelah kerumunan pembeli roti bubar, si abang roti melanjutkan perjuangannya menjajakan roti, berteriak sayup sambil mengayuh semangat gerobaknya itu.

Tiba-tiba saja, terdengar suara decitan ban mobil dan.. gubraak!

ok1: “eh, suara apaan tuh?”
ok2: “abang tukang roti ketabrak mobil di sana tuh..”

ok: “bang, sadar bang.. gimana keadaanya? apanya yg sakit?”
tr: (menjawab sambil setengah sadar) “roti keju, roti coklat, roti strawbery, roti mocca.. rotinya rotiii!”
ok: “jiaah, dia masih jualan aje si abang roti.” (ckckckck).

image

with respect, PmanPo

Standard
Divine Toughts

Leadership, Leading by Examples to Bring Influences

Supporting Leader Ministry.
A Life Lessons from Kaleb bin Yefune.

Asal-usul Kaleb, seorang dari 12 pengintai tertulis dalam Kejadian 36 ayat 11, 15, dan 16. Disebutkan bahwa dirinya bukanlah keturunan asli dari Israel jasmani (Yakub). Demikin juga dengan seorang janda bernama Rut yang pada awalnya berasal dari bangsa di luar Israel, namun akhirnya ia terhitung dalam garis keturunan Sang Juru Selamat karena iman yg penuh telah menjadi ‘satu-satunya keping mata uang’ yg diperhitungkan di surga.

Beberapa arti nama Kaleb menurut bahasa aslinya adalah: anjing, bergerak dgn cepat, dan tidak sabar (Anda memiliki masalah dgn nama atau gelar/julukan dari orang lain untukmu?). Semua arti namanya tidaklah dapat dibanggakan, khususnya arti nma yang pertama. Dengan kondisi lahiriahnya itu, si pengintai kita ini pada mulanya tidaklah penting. Namun Kaleb memperbaiki diri lewat pembuktian komitmen di dalam hidup kesehariannya (Bil 32:12).Hal tersebut membuat keberadaannya mulai diperhitungan sehingga akhirnya ia dipilih sebagai pengintai mewakili suku Yehuda, suku dengan jumlah terbesar di antara suku-suku Yakub (12 pengintai adalah cikal bakal spionase modern terbaik dunia milik Israel, Mossad).

Daud juga demikian, ia adalah si bungsu dari 8 bersaudara yang dilupakan oleh ayahnya Isai (1 Sam 16:11). Namun kesetiannya menggembalakan 2-3 ekor domba yang sampai mempertaruhkan nyawa telah membuat pandangan mata TUHAN setiap hari tertuju pada seorang bocah remaja di padang gembalaannya (1 Sam 17:12-15, 28, 34-37). Manusia melihat rupa, namun TUHAN melihat hati, jauh melebihi semua prestasi lahiriah dan jabatan di pelayanan. Itulah gambaran awal tentang apa yg DIA lihat dari Daud remaja yang saat ia diurapi untuk menjadi raja dirinya masih kemerah-merahan (hijau/kurang pengalaman) tapi selalu bersemangat.

fb_img_14587881680330699.jpg

Mari beralih pd peristiwa genting sebagai batu ujian atas pribadi tangguh ini.
Bilangan 14:5-10
Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ.
Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya,
dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.
Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”
Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.

Dalam sebuah pertaruhan kehormatan janji TUHAN, nampaknya para pemimpin senior telah kehilangan asa menghadapi sifat tegar tengkuk 2 juta jiwa jemaah yg besar itu (mungkin jiwa mereka sudah lelah setelah bertahun-tahun menghadapi kedegilan hati bangsa itu). Tapi ada 2 orang yang mewakili generasi baru memilih untuk masuk ke dalam resiko pertaruhan nyawa. Keteguhan iman semacam itu telah menarik hadirat dan kemuliaan TUHAN turun sebagai bukti perkenanNYA atas mereka. Yosua yang dahulu sempat hidup sebagai bujang (pembantu) Musa itu tidak pernah lupa saat di mana ia beberapa kali mendampingi tuannya naik ke gunung TUHAN (Kel 24:13). Ia sadar betapa mulia dan berharganya hadirat TUHAN dalam hidup pribadi seseorang (Kel 33:11).

Di samping Yosua sang pemimpin itu, bertahan jua karibnya dalam iman yang menetapkan hati untuk memilih jalan hidup mendukung dia dengan segala resikonya (Bil 13:30). Yonathan jg demikian terhadap Daud, ia mempertaruhkan reputasi sebagai putra mahkota demi kesadaran ilahi tentang panggilan raja Israel yang telah beralih pada Daud sahabatnya itu (1 Sam 18 dan 20). Sepanjang yang saya tahu (baca dan dengar), garis kekerabatan Yusuf dan Maria, kedua orangtua Yesus dari Nazaret berhubungan juga dengan Daud dan Yonatan (silahkan cek sendiri, hehe).

Hati adalah sebuah ruang misterius tempat roh manusia berada dan Sang Pencipta yg menilik semuanya itu, tak ada yg tersembunyi. Jadi untuk Anda yg akhirnya sadar bahwa saat ini sedang memiliki panggilan supporting leader seperti Kaleb, ketahuilah bahwa bagian kita itu tetap terhitung permai di hadapan TUHAN (Yosua 14:6-15). Hanya, tetap kuatkan dan teguhkan hati di sepanjang jalan! (Bil 14:24, Ul 1:36).

pman, 2016-4-6, hooam.. (edited, 2016-4-9)

Standard