Daily Experiences, Sehat Itu Menyenangkan, Tahukah Anda?

Special Needs Kid

A Strange Physical Phenomena Nowadays.

Meet Jack, a 2nd grade student. He often bite his finger’s nail. When getting stressed (mad), he’ll pluck his hair (a certain wound spot could see on his head). He’s a special needs kid that strugling with his eye sight (minus) & autism.

Kids are treasures in the future.

I’m living in a boarding house with other teachers and we had a discussion about kids nowadays that wearing minus glassess in a very young age. Few of them also having down syndrom or other special needs cases. Some parents that having special needs kid sending them to school and have big expectation it will solved by teachers. Others even don’t really care to involve by giving them to their nanny (kids assistant).

In some articles (analysis), this sad phenomena happening caused by a genetic factor. Parents that having minus sight more than 5 usually having kids wearing glasses from the age of 3. Autism possibly an impact of chemical or hormonal process. Fastfood industry had bring a huge effect for obesity in developing & modern country.

My crucial point is, a kid like Jack deserve a chance to experience the bright side of this world. But for gain that goal he will going to experience an extra effort, since he is including to the special need group. While people need to evaluate about the way they live, for support a better generation there’s a breaktrough need to be done in our perspective. With parents, physoclogist, mentor/tutor hand in hand supporting kids like Jack since early age, we could see a bright side in the future made by them.

In our first Elementary Chapel, in front those kids Pastor Sammy explained about how we were created in GOD’s image. It’s mean HIS character well established in us. We only need to express them in our daily life. Be kind, obey, & diligent are 3 main examples that relevant for teachers & students. At first I wondered if a kid like Jack could ecperience it.

Eating together at canteen, a lovely view by their sincere.

Infact, Jack is a good student. As long he’s in the good mood, he’ll follow my teaching and doing those task that I’ve given. Luckyly Jack is studying with other kind kids in the class. I told them to share each other and helping Jack in daily activity. Jack also need to learn how to trust his friend when they are coming to help with sincere.

Human were created with heart. As long we gain their trust then everything’s gonna be ok. We were created to be social beside our individualism (uniq). Let us heal each other by get to know better on each other.

Standard
Daily Experiences, Uncategorized

​Panggilan Misi (A Heart of Mission)

A reminder, an alert for those lost (crying) souls.
Minggu pagi yang tidak menyenangkan. Terlambat ibadah gereja karena salah turun di stasiun kereta, bayar ojek online double (deposit dan tunai, error system), dan beberapa pengalaman lainnya. Padahal semuanya hampir sempurna karena di awal naik kereta tadi pagi saya sempat lanjutkan Reading Bible Movement (RBM) dari Yosua 2.

Sepanjang perjalanan ke gereja saya coba untuk tetap tenang dan memasang muka tebal di saat turun dari motor G*ab. Khususnya setelah mengetahui bahwa saya telat 1 jam ke gereja dan membayar double untuk tarif ojek.

Anehnya ada anak youth yang datang terlambat juga sebagai teman masuk (bukan pembenaran). Saya sedikit terhibur karena di lift ia bercerita perihal bisnisnya yang sudah berjalan 3 bulan dan menghasilkan omzet stabil 3x lipat dari modal awal.

Selesai percakapan di lift, kami berdua masuk dan berpisah bangku duduk. Saya duduk di baris belakang bersama Frendy, seorang dengan kepribadian baik-lugu-sederhana. Di akhir kotbah, sang pendeta menyinggung Pak BTP yang sedang mengalami ujian hidup. Sempat tertawa kecil dalam hati, karena entah kenapa saya nekat pagi tadi, kangen untuk mengenakan kemeja kotak-kotak ‘ala Basuki-Djarot’. 

Momentum penting pertama datang saat si pengkotbah meminta jemaat saling mendoakan. Frendy membagikan beban doa perihal orangtuanya yang sakit. Jadilah Roh Kudus gerakkan saya membagikan kesaksian pribadi tentang perjuangan pemulihan dari kelumpuhan stroke dan mengingatkan dia cerita di Alkitab tentang iman 4 pengusung (pendamping) orang lumpuh yang membawa si sakit dari atap rumah untuk menerobos masuk agar teman mereka dijamah TUHAN.

Selesai ibadah saya ingin rileks sejenak karena lapar juga (sudah jam maksi). Namun akhirnya waktu langsung bergulir pada momen penting kedua. Saya terlibat perbincangan dengan tamu dari ujung Timur Indonesia. Abang itu bertanya tentang kerinduan saya untuk ‘melayani’ di ladang misi. Singkat cerita perbincangan serius sembari makan siang akan jadi ingat-ingatan penting. Akhirnya kami makan bertiga dan saya menyimak dengan serius kesaksian mereka yang dahulu pergi ke ladang misi dalam kondisi yang sangat tidak ideal. Saat ini mereka telah mengalami terobosan iman dan kehidupan jasmani (ekonomi). Mereka menggarisbawahi pentingnya orang misi tinggal tetap untuk menghasilkan buah karena lebih efektif daripada trip-mission (berkunjung misi sesekali tanpa tinggal dalam kurun waktu yang lama).

Seandainya semua bisa berjalan sederhana, pikir saya. KehendakNya diketahui dengan mendapat ‘tanda/konfirmasi’ seperti kisah abang Tampubolon. Lain halnya dengan kisah bang Sitorus yang diangkat lebih tinggi, kepergiannya tidak diawali dengan tanda/penyataan ilahi. Memang karunia iman menyertai mereka yang mau mengabdi 100% di ladang misi. Tidak adil jika keberhasilan pelayanan hanya diukur dari tingkat kesejahteraan hamba-hambaNya saja. Semua tetap melihat hasil nyata dari banyaknya hidup yang terdampak, diubahkan (breaktrough). Sudah jadi rahasia umum bahwa tidak sedikit kisah hidup hamba yang menggemukkan dirinya sendiri tanpa benar-benar peduli (berbelas kasihan) pada jemaat yang dilayani (Yehezkiel 34).

Kondisi adik-adik di ujung timur sangat memprihatinkan secara edukasi, mental, dan rohani. Saya hanya menjawab kedua abang tadi bahwa selepas pulih 120% niat hati sangat ingin melayani di sana. Saya sampaikan bahwa minggu ini sedang mempersiapkan diri untuk memulai pekerjaan yang baru di sekolah internasional di Jakarta.

Sepanjang sabtu kemarin saya mendapatkan refresh tak terduga oleh sepupu di BSD perihal ilmu mengajar anak SD internasional dan melihat beberapa materi pendukung yang diperlukan. Keluarga kami sedang dibawa perlahan beradaptasi dengan pola pergaulan ‘global citizen’ lewat mereka. Dari paparan sepupu kami itu, saya mengerti betapa banyak warga Indonesia yang tidak siap untuk menghadapi persaingan global bahkan untuk mereka yang bertitel S2 atau S3 sekalipun. Miris sekali, selain lapangan pekerjaan yang semakin tergerus bayangkan juga nasib mereka yang tanahnya telah terjual di sepanjang nusantara. Mereka dijajah secara ekonomi baik oleh bangsanya sendiri ataupun pihak luar.

Momen penting ketiga. Di perjalanan pulang dari gereja, terbaca tulisan (update status FB) pembimbing saya di Australia yang mengutip Roma 15:1-2.

“Strength is to service not for status”

Saya meyakini kepemimpinan sejati itu berbicara tentang fungsi lebih daripada jabatan. Oleh karena itu dari dulu di gereja saya biasanya memilih pelayanan yang kurang personil dan kurang diperhatikan, termasuk untuk pilihan anak PA ataupun rekan berbincang di gereja (kumpulan teman yang kurang potensi jadi fokus perhatian).

Ah, andaikan Engkau berbicara langsung untuk gundah hati membayangkan adik-adik remaja dan pemuda di ujung imur sana BAPA. Terlalu banyak ‘puzzle peristiwa’ yang harus dirangkai untuk ditelaah. I really need Your wisdom DAD.

Semester ke-2 tahun 2017 ini harus ada terobosan besar selama tinggal di Jakarta Barat kalau memang diperlukan tambahan waktu sebelum menjejakkan kaki nun jauh di sana, itu saja yang terbersit untuk saat ini!

Possesing the Land (Exodus 23:29-30), to be continue..

Standard
Divine Toughts, Tahukah Anda?

Overcomer

Grateful with imperfect condition is the true meaning of Perfection.

“I was in the deepest pit of my life but Jesus lifted me out.” – Mandisa.

If you are in need of renewed purpose and a sense of worth, watch Madisa’s incredible testimony and be encouraged that we serve a God who wants to give you those very things. 

Read more: http://share.cbn.com/5pmr6

Standard
Divine Toughts, Uncategorized

Visi Hidup

Now or never, no guts no glory.

Seorang teman wanita pernah bertanya pada saya di awal tahun 2016: “Bang, apa visi hidupmu bang?” Saat itu saya tidak siap menjawabnya karena memang tidak memiliki jawaban yang pasti.

Berjalan dengan waktu saya bergaul dengan dia karena tergugah dengan gayanya yang ceplas-ceplos dan sederhana. Namun hal paling penting yang saya alami adalah, lewat dia saya seperti diajak merenung agar kembali berjalan ‘on the track’.

Leading with Example

Tahun 2016 bukanlah masa yang indah, setidaknya bagi orang luar yang melihat perjalanan hidup saya. Di tahun itu saya putuskan berhenti dari pekerjaan kantor dan hobi olah raga basket demi fokus pada latihan rutin rohani dan jasmani demi mempercepat program pemulihan pasca stroke (lumpuh separuh badan bagian kiri). Di pertengahan tahun 2016 saya mulai menjual kue bersama keluarga di depan sekolah SD swasta di dekat rumah. Sepanjang tahun 2016 sayapun belajar menghargai setiap waktu yang berjalan dan apa arti kesabaran. Ada kegagalan lain yang sempat menyesakkan tapi pada akhirnya saya belajar apa arti sukses yang sejati dalam makna yang lebih luas.
Kembali pada pertanyaan visi hidup, saya teringat di suatu malam pada akhir 2016 atau awal 2017. Malam itu saya berkhayal tentang bagaimana rasanya jadi seorang guru SD dan terlihat awet muda di antara mimik murid-murid yang unyu dan lucu itu. Selama 1 semester berjualan dan berteman dengan anak-anak SD pelanggan kuliner kami, saya mendapati ada beberapa anak yang cerdas dibalik tingkah polah konyol dan banyolan mereka. Namun sebagian besar dari mereka tidak menyadari potensi tersebut. Arti sebuah cita-cita tidak mereka miliki, menyedihkan.

Roda hidup berputar cepat dan visi hidup menjadi pengusaha menelusup perlahan tapi pasti. Saya termotivasi untuk memiliki tingkat kehidupan ekonomi yang lebih baik sambil menyumbang pada sesama dan sekitar. Tujuan yang mulia, mencapaiya juga tidak mudah dengan kondisi fisik yang belum ideal 120%.

Tahun 2017 dimulai dengan sangat lambat sampai akhirnya awal Maret (1 tahun setelah resign dari kantor) saya mendapatkan pekerjaan. Dibarengi dengan merintis bisnis sendiri, perlahan tapi pasti fisikpun semakin kuat karena latihan rutin di pagi hari. Sempat tercetus 1 kali untuk meminta pekerjaan di dalam Mezbah Keluarga kami, tapi hal itupun terlupa seiring berjalannya waktu.

Pembacaan Alkitab rutin harianlah yang membuat saya tetap waras. Hal itu dilakukan sejak tahun 2013 ketika ‘anak yang hilang’ sedang mencari jalan untuk pulang. Tibalah Juni 2017 yang merupakan titik naik dalam kehidupan saya. Jawaban dari doa yang terlupakan dan produk bisnis yang lebih visible akhirnya muncul. Juni akhir 2017 saya diterima sebagai guru SD melalui proses yang awalnya kurang antusias untuk diikuti. Bahkan saat ditawari untuk tinggal di mess (wisma) sekolah dan mereka tidak menawar turun gaji yang diminta sempat membuat saya tercengang.

Entahlah, begitu banyak rencana disiapkan saat pintu-pintu ini sedang dibuka. Namun satu hal yang saya percaya, DIA peduli untuk siapapun orang yang mau belajar menghidupi sebuah visi. Seperti anak panah yang harus ditarik ke belakang sebelum ia melesat, harapan saya sampai tahun 2017 berakhir adalah dapat memberikan dasar pengajaran yang kuat di sekolah serta melaksanakan tata kelola usaha yang lebih rapih. Sambil berjalan semakin kuat, saya yakin IA akan menunjukkan parter yang tepat dalam menghidupi visi hidup bersama.

Adalah dilema memang saat kita berusaha mencapai visi, waktu terasa berlalu cepat apalagi di saat yang sama sumber daya yang ada kadang hampir habis. Yang saya tahu, secara pribadi bidang pendidikan dan misi begitu kuat memanggil saya.

Standard
Daily Experiences, Resensi Film-film Inspiratif

​SINGLE by Raditya Dika.

Happiness has a lot of form, be smart & keep fun.

Liburan.. selain jalan², bermalas ria, beberes kamar atau rumah, olah raga, dan karaoke, maka menonton film sangat menyenangkan untuk dilakukan. Gak banyak film Indonesia yang ok menurut saya karena alur ceritanya sebagian besar mudah ditebak.

Film SINGLE oleh Raditya Dika menyelipkan beberapa insight. Apa arti seorang single dan bagaimana usahanya dalam menggapai cinta. Pentingnya kejujuran sebagai nilai hidup utama yang kadang terlupakan sangat kental tersirat sejak awal hingga akhir adegan.

Funny things teach us to smile

Sudah jamak bahwa cinta modern mengajarkan peran tebalnya kosmetik demi ‘kesan sempurna’ sebagai cara terbaik menggapai cinta. Film ini mengingatkan bahwa kebahagiaan langgeng penggiat cinta adalah saat ia jujur dengan hidupnya selama proses pencarian cinta.

Tetap dengan akal sehat, kebahagiaan adalah saat cinta tidak mengekangnya menjadi pribadi yg terbaik dalam kapasitas dan panggilan mereka masing².

Film ini berisi kelucuan aksi teman² Ebi yang coba membantunya meluluhkan hati Angel, seorang gadis mandiri dengan jiwa sosial yang tinggi. Film ini juga menentramkan dengan mengedepankan kebaikan dan ketulusan sebagai pesona terbaik dari Ebi. Tidak banyak rayuan dan adegan gombal, karena hidup ini memang sudah indah dari sananya.

Happy movie time guys!

Standard
Daily Experiences, Divine Toughts

​INTERUPSI ILLAHI

 Leading by the Spirit, new season – Next Level.
Berawal dari syukuran budaya jawa “selapan” di rumah sahabat dekat pada 14 Juni 2017, istrinya yang juga sahabat baik saya merekomendasikan 2 buku khusus pria untuk dibaca. Buku pertama, “Father’s School” yang ditulis oleh teman Yane membuka paradigma saya tentang proses kehidupan menjadi seorang ayah. Buku ini selesai dibaca hanya dalam waktu 3 jam malam itu. Buku yang kedua, “History Driver” berbicara lebih dalam tentang nilai luhur menjadi seorang ayah melalui pengalaman pribadi si penulis (Saminton Pangellah) yang dipulihkan hubungan pribadi dengan ayah jasmaninya agar ia mengalami terobosan rohani serta jasmani di dalam segala aspek. Siang tadi, 18 Juni 2017, saya melayani seorang teman yang baru datang untuk kedua kalinya ke gereja kami berdasarkan hikmat yang terdapat pada 2 buku di atas.
Sepanjang siang sampai sore tadi tak henti-hentinya nyanyian “Yesus yang Kuandalkan” oleh GMS bergema di hati. Kemudian terpampang flashback semua peristiwa dari akhir Mei – janji menduduki negri (Keluaran 23:29-30) lewat Reading Bible Movement (RBM) bersama grup Worshipper, lagu “Doa Yabes” di gereja saat awal Juni, beberapa pertemuan bisnis penting masih di awal Juni, ‘interupsi illahi’ melalui pembacaan 2 buku khusus pria, yang diakhiri dengan kotbah minggu di gereja hari ini tentang hati misi (Yesaya 49:6) telah membuat saya melambung dalam angan tentang apa yang DIA sedang sampaikan perihal visi ‘episentrum ekonomi’ di masa depan.

A time of reflection, is a time to exhale before running again.

 

Jika terbuka jalan untuk tinggal di jakarta barat pada kawasan kota mandiri terbaru, maka saya mengerti bahwa selama 6 bulan ini DIA sedang membawa saya melihat kota ini secara lengkap (Timur-Selatan-Utara-Barat). Hal tersebut sesuai dengan kisah 12 pengintai yang sedang dibaca pada RBM minggu ini.
Ini adalah kali kedua IA menginterupsi pembacaan Alkitab harian saya.
Sebelumnya itu pernah terjadi selama 1 bulan setelah saya terserang stroke pada 30 Desember 2014. Saya sempat dirawat 22 hari di RSCM karena lumpuh separuh badan sebelah kiri selama 20 hari akibat hipertensi, pecah pembuluh darah otak kanan. Sejak peristiwa itu perubahan karakter dan fisik terus dibentuk sampai sekarang.
Pada proses kali ini saya berharap dapat menjalaninya dengan lebih baik, menjadi seperti Kaleb yang bangkit menghadapi orang Enak demi mendapatkan Hebron ataupun maju seperti Daud yang datang dengan nama TUHAN untuk mengalahkan Goliat dan Filistin.
Tahun-tahun ke depan ada kota-kota, pulau-pulau, dan bangsa-bangsa sedang menunggu untuk dikunjungi. Jika saat ini saya mulai bermain basket kembali, mengendarai motor, mendapatkan pekerjaan baru, meletakkan dasar untuk beberapa bisnis, dan mengalami pemulihan paradigma tentang gambaran menjadi seorang Ayah, maka latihan badani nyata sekali ada gunanya (walau terbatas) dan latihan rohani (RBM) sangat besar dampaknya karena hikmat turun dan katakter dibentuk jadi samakin indah di sana.

Time to worship & reflection, not by might nor my skill
.. “Jesus It is You”

Standard
Divine Toughts, Pojok Canda

A Joke in Many People’s Path.

​Re-definition a success story.

Changing direction is a common thing in life event. Every season has it own struggle and we are equiping with ability to make some adaptation. Cheer up! 😁

I didn’t like this picture at first but for some reasons it’s a good reminder for me.

Welcoming April 2017, continuesly walking with unlimitedGOD even if it’s need to crawl.

#purpose #wisdom #vision

Standard