Divine Toughts

Leadership, Leading by Examples to Bring Influences

Supporting Leader Ministry.
A Life Lessons from Kaleb bin Yefune.

Asal-usul Kaleb, seorang dari 12 pengintai tertulis dalam Kejadian 36 ayat 11, 15, dan 16. Disebutkan bahwa dirinya bukanlah keturunan asli dari Israel jasmani (Yakub). Demikin juga dengan seorang janda bernama Rut yang pada awalnya berasal dari bangsa di luar Israel, namun akhirnya ia terhitung dalam garis keturunan Sang Juru Selamat karena iman yg penuh telah menjadi ‘satu-satunya keping mata uang’ yg diperhitungkan di surga.

Beberapa arti nama Kaleb menurut bahasa aslinya adalah: anjing, bergerak dgn cepat, dan tidak sabar (Anda memiliki masalah dgn nama atau gelar/julukan dari orang lain untukmu?). Semua arti namanya tidaklah dapat dibanggakan, khususnya arti nma yang pertama. Dengan kondisi lahiriahnya itu, si pengintai kita ini pada mulanya tidaklah penting. Namun Kaleb memperbaiki diri lewat pembuktian komitmen di dalam hidup kesehariannya (Bil 32:12).Hal tersebut membuat keberadaannya mulai diperhitungan sehingga akhirnya ia dipilih sebagai pengintai mewakili suku Yehuda, suku dengan jumlah terbesar di antara suku-suku Yakub (12 pengintai adalah cikal bakal spionase modern terbaik dunia milik Israel, Mossad).

Daud juga demikian, ia adalah si bungsu dari 8 bersaudara yang dilupakan oleh ayahnya Isai (1 Sam 16:11). Namun kesetiannya menggembalakan 2-3 ekor domba yang sampai mempertaruhkan nyawa telah membuat pandangan mata TUHAN setiap hari tertuju pada seorang bocah remaja di padang gembalaannya (1 Sam 17:12-15, 28, 34-37). Manusia melihat rupa, namun TUHAN melihat hati, jauh melebihi semua prestasi lahiriah dan jabatan di pelayanan. Itulah gambaran awal tentang apa yg DIA lihat dari Daud remaja yang saat ia diurapi untuk menjadi raja dirinya masih kemerah-merahan (hijau/kurang pengalaman) tapi selalu bersemangat.

fb_img_14587881680330699.jpg

Mari beralih pd peristiwa genting sebagai batu ujian atas pribadi tangguh ini.
Bilangan 14:5-10
Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ.
Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya,
dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.
Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”
Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.

Dalam sebuah pertaruhan kehormatan janji TUHAN, nampaknya para pemimpin senior telah kehilangan asa menghadapi sifat tegar tengkuk 2 juta jiwa jemaah yg besar itu (mungkin jiwa mereka sudah lelah setelah bertahun-tahun menghadapi kedegilan hati bangsa itu). Tapi ada 2 orang yang mewakili generasi baru memilih untuk masuk ke dalam resiko pertaruhan nyawa. Keteguhan iman semacam itu telah menarik hadirat dan kemuliaan TUHAN turun sebagai bukti perkenanNYA atas mereka. Yosua yang dahulu sempat hidup sebagai bujang (pembantu) Musa itu tidak pernah lupa saat di mana ia beberapa kali mendampingi tuannya naik ke gunung TUHAN (Kel 24:13). Ia sadar betapa mulia dan berharganya hadirat TUHAN dalam hidup pribadi seseorang (Kel 33:11).

Di samping Yosua sang pemimpin itu, bertahan jua karibnya dalam iman yang menetapkan hati untuk memilih jalan hidup mendukung dia dengan segala resikonya (Bil 13:30). Yonathan jg demikian terhadap Daud, ia mempertaruhkan reputasi sebagai putra mahkota demi kesadaran ilahi tentang panggilan raja Israel yang telah beralih pada Daud sahabatnya itu (1 Sam 18 dan 20). Sepanjang yang saya tahu (baca dan dengar), garis kekerabatan Yusuf dan Maria, kedua orangtua Yesus dari Nazaret berhubungan juga dengan Daud dan Yonatan (silahkan cek sendiri, hehe).

Hati adalah sebuah ruang misterius tempat roh manusia berada dan Sang Pencipta yg menilik semuanya itu, tak ada yg tersembunyi. Jadi untuk Anda yg akhirnya sadar bahwa saat ini sedang memiliki panggilan supporting leader seperti Kaleb, ketahuilah bahwa bagian kita itu tetap terhitung permai di hadapan TUHAN (Yosua 14:6-15). Hanya, tetap kuatkan dan teguhkan hati di sepanjang jalan! (Bil 14:24, Ul 1:36).

pman, 2016-4-6, hooam.. (edited, 2016-4-9)

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s